Banyak orang berbicara tentang bisnis akan tetapi mereka jarang sekali yang mengerti akan prosesnya. Mereka menganggap bahwa kesuksesan yang mereka raih adalah instan. Kesuksesan ini bisa berupa materi ataupun immateri. Kesuksesan materi biasa dilambangkan dengan jumlah uang, mobil, rumah tinggal, perabotan rumah tangga, atau segala sesuatu yang bersifat kebendaan. Sedangkan kesuksesan immateri biasanya dilambangkan dengan kebahagiaan rohani, beribadah, beramal atau mungkin mempunyai isteri lebih dari satu. Hehe…..
Sebenarnya yang akan kita bahas bukan masalah berapa jumlah kekayaan kita untuk dianggap sukses akan tetapi bagaimana proses untuk menjadi sukses tersebut. Orang bijak pernah bilang “Every success begins with hard work, every hard work begins with a necessity, every necessity comes from a dream. Never doubt a dream.” Nah loh.. prosesnya jelas sekali bukan?
Pertama, kita harus berani bermimpi (dream). Sampai saat ini sudahkah Anda mempunyai impian? Sebagian dari kita akan mengatakan sudah dan sebagian dari yang lain akan mengatakan belum (orangnya masih belum bobo, hehe…) Bagi yang sudah berani bermimpi, maka Anda sudah berada di jalur menuju kesuksesan, akan tetapi mimpi yang bagaimana? Mimpi yang dimaksudkan adalah sesuatu yang mempunyai target dan tujuan (necessity) jelas, dalam hal ini mimpi basah tidak termasuk. Contoh: Saya ingin mempunyai Ford Ranger Double Cabin warna merah, saya ingin mempunyai penghasilan Rp.150.000.000,- setiap bulannya, dan seterusnya. Berbeda dengan “Saya ingin kaya”. Disini kita melihat perbedaan yang sangat jelas, Ford Ranger Double Cabin warna merah, penghasilan Rp.150.000.000,- setiap bulannya adalah target dan tujuan jelas, sedangkan pada mimpi ‘Saya ingin kaya’, target dan tujuannya tidak jelas, kaya yang bagimana? Kaya(k) monyet…??? atau kaya(k)….???
Kedua, kerja keras lah… Akan tetapi kerja keras yang bagaimana? Bekerja secara cerdik atau bener-bener kerja keras atau mengkombinasikan keduanya. Bekerja secara cerdik maksudnya ketika kita sedang tidur ada suatu system atau alat yang bekerja untuk tetap mewujudkan mimpi kita, ada yang mengatakan ‘biarkan uang bekerja untuk kita’ contoh: deposito di bank, investasi di pasar uang, mempunyai bisnis online, dan seterusnya. Sedangkan bekerja yang bener-bener keras maksudnya sangat jelas sekali, separuh dari hidup kita serahkan untuk pekerjaan. Sebagian orang mungkin akan merasa nyaman dengan keadaan ini akan tetapi tidak semuanya demikian, karena kita bekerja selain untuk aktualisasi dari diri, kita bekerja juga untuk keluarga. Apabila Anda sudah berkeluarga segera tetapkan pilihan cara bekerja Anda, mungkin lebih baik Anda kombinasikan antara keduanya. Bekerja secara offline 6 – 8 jam sehari, 2 jam sehari untuk online, sedangkan sisanya biarkan sytem yang bekerja (kalau memilih bisnis online). Kalau berinvestasi di bank atau pasar uang, mungkin ini lebih enak lagi, gak perlu capek-capek untuk tambah waktu kerja, karena uang Anda sudah bekerja sendiri.
Ketiga, Insya Allah sukses yang diharapkan akan tercapai. Kenapa demikian? Karena segala sesuatunya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Kita sebagai manusia harus tetap berusaha yang harus disertai dengan doa. Usaha tanpa doa akan membuat kita sombong akan kesuksesan, sedangkan doa tanpa usaha akan membuat kita menjadi manusia peminta-minta. Rugi kalau dapet duit gak ada berkah!!!
Kesuksesan selalu menyertai Anda.
Senin, Maret 17, 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar